Modul 2

 

Percobaan 1 dan 2




Modul II
PWM, ADC, & INTERRUPT

1. Pendahuluan [kembali]

Pada Modul 1 ini dilakukan asistensi 1 kali dan praktikum 1 kali. Dimana kelompok kami mengambil rangkaian percobaan dengan kondisi 

Percobaan 1 kondisi 9: Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 1 dengan kondisi ketika sensor touch disentuh kembali setelah mode manual aktif, maka sistem kembali ke mode otomatis, buzzer berhenti berbunyi, dan sensor PIR kembali aktif mendeteksi gerakan.

Percobaan 2 kondisi 9: Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 2 dengan kondisi ketika Switch baru saja berubah dari OFF ke ON, seluruh warna LED RGB (Merah, Hijau, Biru) menyala bergantian selama 0,5 detik dan Buzzer berbunyi pendek 2 kali ("Beep-Beep").

untuk rangkaiannya dan simulasinya bisa dilihat pada bagian Tugas Pendahuluan dan Laporan Akhir

a) Memahami cara penggunaan input dan output digital pada mikrokontroler
b) Menggunakan komponen input dan output sederhana dengan STM32
NUCLEO G474RE
c) Menggunakan komponen Input dan Output sederhana dengan STM32F103C8
A. Alat
a. Generators

Power Supply

B. Bahan



Resistor

Breadboard

a. Komponen Input

Touchsensor

Sensor PIR

Push Button

Sensor Infrared

b. Komponen Output
LED

LED RGB

Buzzer

c. Komponen kontrol


STM32 NUCLEO-G474RE

STM32F103C8

4. Dasar Teori [kembali]

1.4.1 General Input Output

Input adalah semua data dan perintah yang dimasukkan ke dalam memori untuk

diproses lebih lanjut oleh mikroprosesor. Sebuah perangkat input adalah komponen

piranti keras yang memungkinkan user atau pengguna memasukkan data ke dalam

mikroprosesor. Output adalah data hasil yang telah diproses. Perangkat output adalah

semua komponen piranti keras yang menyampaikan informasi kepada orang-orang

yang menggunakannya.

Pada STM32F103C8T6 dan STM32 NUCLEO G474RE pin input/output terdiri dari

digital dan analog yang jumlah pin-nya tergantung jenis mikrokontroller yang

digunakan. Input digital digunakan untuk mendeteksi perubahan logika biner pada pin

tertentu. Adanya input digital memungkinkan mikrokontroler untuk dapat

menerjemahkan 0V menjadi logika LOW dan 5V menjadi logika HIGH. Membaca

sinyal digital pada mikrokontroller dapat menggunakan sintaks digitalRead(pin);

Output digital terdiri dari dua buah logika, yaitu kondisi logika HIGH dan kondisi

logika LOW. Untuk menghasilkan output kita dapat menggunakan sintaks

digitalWrite(pin,nilai); yang sebelumnya pin sudah diset ke mode OUTPUT, lalu

parameter kedua adalah set nilai HIGH atau LOW. Apabila pin diset dengan nilai

HIGH, maka voltase pin tersebut akan diset ke 5V atau 3.3V dan bila pin diset ke LOW,

maka voltase pin tersebut akan diset ke 0V.


1.3.2 STM 32 NUCLEO G474RE

STM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (development

board) berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh

STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran,

pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam (embedded system), baik untuk

pemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmuka

ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna dapat langsung

melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan.

Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:

Gambar 1. STM32 NUCLEO-G474RE

ParameterSpesifikasi
MicrocontrollerSTM32G474RE (ARM Cortex-M4F)
Operating Voltage3.3 V
Input Voltage (recommended)5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN
Input Voltage (limit)4.5 – 15 V (VIN board Nucleo)
Digital I/O Pins±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi)
PWM Digital I/O PinsHingga 24 channel PWM (advanced, general-purpose, dan high-resolution timers)
Analog Input PinsHingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit dengan oversampling)
DC Current per I/O PinMaks. 20 mA per pin (disarankan ≤ 8 mA)
DC Current for 3.3V PinHingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya)
Flash Memory512 KB internal Flash
SRAM128 KB SRAM (termasuk CCM RAM)
Clock SpeedHingga 170 MHz

1.3.3 STM32F103C8

STM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang

dikembangkan oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam

pengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang

rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum ini,

kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai

metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG

untuk berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dari

STM32F4 yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

Gambar 2 STM32F103C8

ParameterSpesifikasi
MicrocontrollerARM Cortex-M3
Operating Voltage3.3 V
Input Voltage (recommended)5 V
Input Voltage (limit)2 – 3.6 V
Digital I/O Pins32
PWM Digital I/O Pins15
Analog Input Pins10 (dengan resolusi 12-bit ADC)
DC Current per I/O Pin25 mA
DC Current for 3.3V Pin150 mA
Flash Memory64 KB
SRAM20 KB
EEPROMEmulasi dalam Flash
Clock Speed72 MHz

A. BAGIAN-BAGIAN PENDUKUNG

1)STM32 NUCLEO-G474RE

1.RAM (Random Access Memory)

RAM (Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai memori sementara untuk menyimpan data selama program berjalan. Mikrokontroler STM32G474RET6 memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi untuk menyimpan variabel, buffer data, stack, dan heap.

2.Memori Flash Eksternal

STM32 NUCLEO-G474RE tidak menggunakan memori flash eksternal. Seluruh program dan data permanen disimpan pada memori Flash internal mikrokontroler STM32G474RET6 dengan kapasitas 512 KB. Memori flash ini bersifat non-volatile, sehingga data dan program tetap tersimpan meskipun catu daya dimatikan.

3.Crystal Oscillator

STM32 NUCLEO-G474RE menggunakan osilator internal (HSI – High Speed Internal) sebagai sumber clock utama secara default. Penggunaan clock internal ini membuat board dapat beroperasi tanpa memerlukan crystal oscillator eksternal. Clock berfungsi sebagai sumber waktu untuk mengatur kecepatan kerja CPU dan seluruh peripheral.

4.Regulator Tegangan

Untuk memastikan pasokan tegangan yang stabil ke mikrokontroler.

5.Pin GPIO (General Purpose Input/Output):

Pin GPIO pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai antarmuka input dan output digital yang fleksibel.

2)STM32F103C8

1.RAM (Random Access Memory)

STM32F103C8 dilengkapi dengan 20KB SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan mikrokontroler menjalankan berbagai aplikasi serta menyimpan data sementara selama eksekusi program.

2.Memori Flash Internal

STM32F103C8 memiliki memori flash internal sebesar 64KB atau 128KB, yang digunakan untuk menyimpan firmware dan program pengguna. Memori ini memungkinkan penyimpanan kode program secara permanen tanpa memerlukan media penyimpanan eksternal.

3.Crystal Oscillator

STM32F103C8 menggunakan crystal oscillator eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja dengan PLL untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz. Sinyal clock yang stabil ini penting untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler dan komponen lainnya.

4.Regulator Tegangan

STM32F103C8 memiliki sistem pengaturan tegangan internal yang memastikan pasokan daya stabil ke mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung berkisar antara 2.0V hingga 3.6V.

5.Pin GPIO (General Purpose Input/Output)

STM32F103C8 memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat eksternal seperti sensor, motor, LED, serta komunikasi dengan antarmuka seperti UART, SPI, dan I²C.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Besar

12-3

12-4