Laporan Akhir

 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]



MODUL 1

GERBANG LOGIKA

1. Jurnal [Kembali]

Sistem Digital

Modul I


Hari/Tanggal  : Sabtu, 7 November 2026

Nama              : Wafda Azka Ananda

Kelompok       : 14

 

1.5.1 Percobaan 1

A. Gerbang Logika

Input

Output

B1

B0

NOT

(H1)

AND

(H2)

OR

(H3)

XOR

(H4)

NAND

(H5)

NOR

(H6)

XNOR

(H7)

0

0

1

0

0

0

1

1

1

0

1

1

0

1

1

1

0

0

1

0

0

0

1

1

1

0

0

1

1

0

1

1

0

0

0

1

 

1.5.2 Percobaan 2 Encoder Decoder

A. Encoder

Input

Output

D0

D1

D2

D3

D4

D5

D6

D7

D8

D9

Y3

Y2

Y1

Y0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

X

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

X

X

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

X

X

X

0

1

1

1

1

1

1

1

1

0

0

X

X

X

X

0

1

1

1

1

1

1

0

1

1

X

X

X

X

X

0

1

1

1

1

1

0

1

0

X

X

X

X

X

X

0

1

1

1

1

0

0

1

X

X

X

X

X

X

X

0

1

1

1

0

0

0

X

X

X

X

X

X

X

X

0

1

0

1

1

1

X

X

X

X

X

X

X

X

X

0

0

1

1

0

 

B. Decode

INPUT

OUTPUT

D

C

B

A

Y0

Y1

Y2

Y3

Y4

Y5

Y6

Y7

Y8

Y9

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

0

1

1

1

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

 

1.5.3 Percobaan 3 Multiplexer Demultiplexer

A. Multiplexer

Input

Output

X3

X2

X1

X0

Y3

Y2

Y1

Y0

S1

S0

X

Y

X

X

X

0

X

X

X

1

0

0

0

1

X

X

0

X

X

X

0

X

0

1

0

0

X

0

X

X

X

1

X

X

1

0

0

1

0

X

X

X

0

X

X

X

1

1

0

0

X

X

X

1

X

X

X

0

0

0

1

0

X

X

1

X

X

X

1

X

0

1

1

1

X

1

X

X

X

0

X

X

1

0

1

0

1

X

X

X

1

X

X

X

1

1

1

1

 

B. Demultiplexer

INPUT

OUTPUT

D

C

B

A

Y0

Y1

Y2

Y3

Y4

Y5

Y6

Y7

Y8

Y9

Y10

Y11

Y12

Y13

Y14

Y15

0

0

0

0

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

0

0

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

0

1

0

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

0

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

0

0

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

0

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

0

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

0

0

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

0

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

0

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

0

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

 

2. Prosedur Percobaan [Kembali]

1.4.1 Percobaan 1 Gerbang logika dasar 

A. Gerbang Logika 

1. Buat rangkaian seperti pada gambar dibawah ini. 

2. Set switch B0 dan B1 sesuai dengan jurnal, catat output H yang terjadi pada 

tabel kebenaran. 

B. Aljabar Boolean 

Diberikan fungsi :  

Dengan menggunakan Peta Karnaugh dan aljabar Boolean fungsi di atas dapat disederhanakan menjadi



Keduanya dapat pula ditulis sebagai : 

Prosedur Percobaan: 1. Buat rangkaian seperti gambar berikut: Diagram logika dari rangkaian yang menyatakan dua bentuk ekivalen dari fungsi yang telah disederhanakan ditunjukkan pada gambar dibawah ini



(Bentuk gerbang dari dua fungsi logika yang memiliki hasil yang sama) 2. Catat hasil yang didapat tersebut dalam bentuk tabel pada jurnal. Bandingkan hasil di dapat dengan persamaaan awal.

1.4.2 Percobaan 2 Encoder Decoder 

A. Encoder 

1. Buatlah sebuah rangkain 10-4 encoder input dan output aktif low 

menggunankan IC 74147 seperti pada gambar

2. Set Switch D0-D9 sesuai dengan jurnal dan catat hasil pada tabel percobaan 

B. Decoder 

1. Buatlah sebuah rangkaian decoder 4-10 aktif HIGH menggunakan IC 4028 


1.4.3 Percobaan 3 Multiplexer dan Demultiplexer 

A. Multiplexer 

1. Buatlah rangkaian Multiplexer Dual 4-1 dengan menggunakan IC 4052 
seperti pada gambar berikut


2. Set Switch X1-4 dan Y1-4 serta S0 dan S1 sesuai dengan jurnal dan catat hasil pada tabel percobaan

B. Demultiplexer 1. Buatlah sebuah rangkaian Demultiplexer 4-16 dengan menggunakan IC 74154. 

2. Set Switch A-D serta E1 dan E2 sesuai dengan jurnal dan catat hasil pada tabel percobaan 

3. Video Percobaan  [Kembali]

1. Video Penjelasan Rangkaian Kondisi


2. Video Percobaan 1 Gerbang Logika Dasar


3. Video Percobaan 2 Encoder


3. Video Percobaan 2 Decoder


4. Video Percobaan 3 Multiplexer


5. Video Percobaan 3 Demultiplexer


4. Analisa [Kembali]

1. Percobaan 1

  • H1 (NOT): Output merupakan komplemen dari input B yang menghasilkan logika 1 saat B1 bernilai 0, dan logika 0 saat B1 bernilai 1.
  • H2 (AND): Output hanya bernilai 1 jika kedua input B1 dan B0 bernilai 1.
  • H3 (OR): Output bernilai 1 apabila minimal terdapat satu input yang bernilai 1.
  • H4 (XOR): Output bernilai 1 hanya ketika input B1 dan B0 memiliki nilai logika yang saling berbeda
  • H5 (NAND): Kebalikan dari operasi AND, di mana output akan bernilai 0 hanya ketika kedua input bernilai 1.
  • H6 (NOR): Kebalikan dari operasi OR, di mana output bernilai 1 hanya jika seluruh input bernilai 0.
  • H7 (XNOR): Kebalikan dari operasi XOR, di mana output akan bernilai 1 apabila kedua input memiliki logika yang sama persis.

2. Percobaan 2a

Pemberian kondisi Low (0) pada salah satu jalur input akan mengaktifkan fungsi penyandian digital untuk input tersebut.  Karena output (Y3-Y0) beroperasi secara aktif-rendah, hasil biner direpresentasikan dalam bentuk komplemennya. Sebagai contoh, saat D9 diberi logika Low (aktif), nilai desimal 9 yang seharusnya adalah representasi biner 1001 dikomplemenkan menjadi 0110 (Low-High-High-Low) pada pin keluaran. 

3. Percobaan 2b

Ketika diberikan sebuah kode biner (misalnya 0101 untuk merepresentasikan angka 5), maka hanya pin output Y5 yang akan berlogika 1, sedangkan output lainnnya berlogika 0. Jika input 0000, maka output pertama yaitu Y0 akan langsung aktif (bernilai 1). Jika masukan biner yang merepresentasikan rentang desimal 10 (1010) hingga 15 (1111) akan menghasilkan logika 0 pada keseluruhan pin output Y0 hingga Y9.

4. Percobaan 3a

Kombinasi bit selektor secara matematis mendikte rute sinyal: S1=0 dan S0=0 mengarahkan masukan ke-0 (X0/Y0), S1=0 dan S0=1 mengarahkan masukan ke-1 (X1/Y1), S1=1 dan S0=0 mengarahkan masukan ke-2 (X2/Y2), serta S1=1 dan S0=1 mengarahkan masukan ke-3 (X3/Y3). Perubahan logika (0 atau 1) pada suatu input data hanya akan dieksekusi dan direfleksikan pada pin output jika saluran input tersebut sedang diaktifkan oleh pin selektor. Input lain yang tidak ditunjuk oleh selektor akan diabaikan dan tidak mempengaruhi hasil keluaran.

5. Percobaan 3b

Demultiplexer dan decoder  mendistribusikan sinyal secara spasial ke salah satu pin keluaran yang diinstruksikan oleh deret bit pemilih (input A pada Decoder bertindak persis seperti selektor S pada Demultiplexer). Perbedaannya murni terletak pada interpretasi fungsional terminal masukan tambahan. Pada Decoder, pin ini difungsikan sebagai pemicu Enable (E) untuk mengaktifkan chip. Pada Demultiplexer, terminal Enable tersebut secara strategis dialihfungsikan menjadi saluran transmisi Data (D) sentral yang logikanya akan disalurkan secara utuh ke rute keluaran yang dipilih. 

5. Download File [Kembali]

Laporan Akhir [Download]

Download file datasheet NAND [Download]

Download file datasheet AND [Download]

Download file datasheet NOR [Download]

Download file datasheet XNOR [Download]

Download file datasheet XOR [Download]

Download file datasheet OR [Download]

Download file datasheet NOT [Download]

Download file datasheet logic probe [Download]

Download file datasheet SPDT [Download]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LPF -40dB

HPF +40dB

LPF -20dB